Rekonstruksi Pendidikan Indonesia Antara Sejarah dan Tantangan Kontemporer

Oleh: Vito Prasetyo Dalam kilas balik sejarah pendidikan, bangsa ini tidak akan terlepas dari peran tokoh pendidikan nasional, yakni Ki Hajar Dewantara—tokoh yang tidak sekadar membangun institusi pendidikan, tetapi merumuskan filosofi pendidikan sebagai alat pembebasan manusia. Penetapan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara sebagai Hari Pendidikan Nasional bukan hanya bentuk penghormatan simbolik, melainkan penanda bahwa pendidikan […]

Krisis Nilai Kemanusiaan dalam Tujuan Pendidikan Nasional

Oleh: Vito Prasetyo Dalam keberlangsungan pendidikan di Indonesia, setahun terakhir ini kita selalu disuguhi oleh berita tentang Makan Bergizi Gratis (MBG). Seolah-olah topik ini menjadi esensi yang paling dasar dalam pendidikan. Kita mungkin lupa, akar dari pendidikan itu adalah bagaimana kita membangun kerangka sistem pendidikan itu sendiri. Bagaimana instrumen pendidikan yang ada, bisa bersinergi dengan […]

Tentang Ingatan

Oleh: Vito Prasetyo Sering kali persoalan rumah tangga dianggap cerita yang menarik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi ada banyak juga yang menganggap terlalu sensitif untuk diketahui orang lain. Ada banyak sisi yang menjadi sebab-akibat dari kehidupan manusia, dimulai persoalan tradisi, agama, soal ekonomi, atau yang cukup menarik soal perselingkuhan. Persoalan yang terurai menjadi benang kusut atau […]

Ruh yang Mulai Hilang dari Pendidikan Berbasis Cinta

Oleh: Vito Prasetyo Dalam dunia pendidikan, seyogianya instrumen pendidikan (guru, murid dan ruang belajar) adalah subjek dan objek yang terkait satu sama lainnya. Hubungan ini adalah cermin dari rasa kepedulian dan harmonisasi dalam interaksi masyarakat sosial. Bagaimana menginterpretasikan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak hanya semata sebuah proses kelangsungan hidup. Konsep pembelajaran mendalam (deep learning) tidak semata […]

Sastra dan Prekariat, Pendidikan Informal yang Terlupakan

Oleh: Vito Prasetyo Ketika sastra hadir di  tengah gemuruh zaman yang serba instan dan transaksional, sastra berdiri sebagai suara lirih yang sering tak terdengar. Ia hadir bukan untuk meramaikan pasar, melainkan untuk menyuarakan perenungan, luka, dan harapan kolektif. Namun ironisnya, para penulis yang mengabdikan diri pada sastra justru terjebak dalam kondisi yang disebut prekariat—kelas sosial […]

Kemerdekaan Pragmatis bagi Pendidikan Sastra Moral

Oleh: Vito  Prasetyo Dalam konteks sosial, pendidikan sastra sering kali berada pada posisi terpinggirkan. Bidang keilmuan dalam pendidikan yang kurang diminati dan tidak populis. Pada orang kebanyakan, menganggap tidak seberapa penting untuk memahaminya, bahkan nyaris menganggap sastra itu ilmu yang kurang bermanfaat. Dan  ironisnya, ada asumsi seberapa besar dampak sastra bagi dunia pendidikan? Jika mengacu […]