Sihir Senyum Ibu

Oleh : Latif Nur Janah Rio mengempaskan tubuhnya ke sofa. Sepintas, ia melihat tayangan talkshow yang didatanginya sehari lalu lewat televisi pintar. Tayangan itu sudah muncul di berbagai platform media sosial dan trending di salah satu kanal. Daun ketenaran ia naiki perlahan dan pasti, tetapi ia justru merasa sendiri akhir-akhir ini. Rio meraih ponsel di meja. Jarinya mengarah […]

Ruang Tunggu di Dada Ibu

Oleh : Latif Nur Janah Setiap kali perawat itu mengantar makanan, aku teringat bagaimana Ibu mengantar sarapan ke kamar untukku ketika aku tengah menggarap tugas akhir kuliahku. Ibu melakukannya sebab aku kerap lupa waktu. Dengan nelangsa, aku menyuapkan makanan itu ke mulutku tanpa kuhirau rasanya. Bahkan seandainya makanan itu dimasak tanpa bumbu sekalipun, indera pencecapku […]

Risalah Perjalanan

Oleh : Latif Nur Janah Nurdiyah melipat baju-bajunya dengan dada terasa sesak. Ia harus pergi ke Sumatera. Dengan cara apa pun, ia akan mencari Pak Dholam. Ia merasa harus bertemu dengannya. Alasannya sederhana, Pak Dholam-lah yang dulu mengajarinya membaca sampai fasih. Napas Nurdiyah terhela. Celah-celah dinding anyaman bambu rumahnya meloloskan angin malam yang kering. Sebelum […]

Teman Lama

Cerpen Latif Nur Janah Kutinggalkan istriku yang masih duduk di kursi dapur. Kuempas tubuh ke dipan kayu di teras rumah. Angin yang berembus dari selatan tak membawa kesejukan berarti seperti biasanya. Barangkali karena hati dan pikiranku sedang kusut sehingga angin sepoi yang menggerakkan dedaunan itu tak begitu terasa. Kuhela napas panjang beberapa kali. Kusut pikiran […]

Berkunjung ke Surga

Cerpen Latif Nur Janah Abdullah terduduk murung di kursi tunggu. Baru sejam yang lalu, Fahira, istrinya meminum obat sebelum tidur. Ia sudah pulas sekarang. Tampak napasnya yang teratur dari gerak perutnya yang turun naik. Kondisi Fahira semakin baik. Abdullah mendesah. Posisi duduknya mulai melorot. Matanya juga mulai lelah, namun bayangan ibunya semakin mendesak-desak ingatan. Kenapa […]

Sepotong Pagi Tenggelam di Halaman Sekolah

Cerpen Latif Nur Janah Pagi milik Halimah berawal dari kokok ayam jantan di pekarangan rumahnya. Ia adalah perempuan beranak satu yang enggan diboyong anaknya ke kota. Setelah mengambil air di tempayan untuk berwudu, langkah Halimah menuju dipan di kamar sebelah barat. Dua rakaat sembahyang ia lakukan diiringi derit dipan dan suara burung dari kebun. Mukena […]