Sajak-Sajak Eko Setyawan

MEMBACA KARANGANYAR kusaksikan pijar apidari punggung Lawusaban pagi.kudapati sepasang jalaktak henti-henti menyerukan nama-Mu. di jendela,bulan pamit.selepas menggantung sesubuh penuh.berwarna kelabu. kau berseru pergidan kudapati kenyataanbahwa tanah ini telahdan sudah terbanjur tulah. tapi, dalam mekar hati,kau meyakini:Karanganyar bukan sekadar tempat singgah,tapi juga tempat untuk menuliskan banyak kisah. (Karanganyar, 2019) CEMORO KANDANG ladang yang kita tanamikini penuh.Batara […]