Geng Solo dan Termul: Antara Eufemisme dan Disfemisme

Oleh Hamidulloh Ibda Dari sudut pandang linguistik, istilah “Geng Solo” dan “Termul” merupakan contoh bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat kritik sosial dan politik. Menurut Allan dan Burridge (1991) dalam Euphemism and Dysphemism: Language Used as Shield and Weapon, eufemisme digunakan untuk memperhalus makna, sedangkan disfemisme digunakan untuk memperkasar atau merendahkan. Keduanya kerap muncul dalam wacana […]