Rumah Terakhir

Oleh : Yuditeha Hujan turun. Tipis, lambat, tapi lama. Di stasiun kecil yang nyaris ditelan semak-semak, Rafi turun dari kereta dengan koper lusuh dan mata yang tampak layu. Ia tidak disambut siapa pun. Tidak ada tumpangan, tidak ada pelukan, tidak ada senyum basa-basi yang biasanya diobral saat orang pulang kampung. Hanya ada tukang ojek […]
Ana

Oleh : Yuditeha Ini kisah nyata. Karena itu aku berusaha hati-hati. Semata agar tidak ada yang tersakiti. Aku tidak menyebut spesifik siapa, yang hal itu artinya bisa merujuk kepada siapa saja, bahkan termasuk diriku. Kisah ini bermula ketika Ana menyebut Paliyan, daerah Wonosari. Dulu aku akrab dengan desa itu. Lebih tepatnya, selama dua bulan aku […]
Membakar Surga

Cerpen Yuditeha Belum lama aku bertemu dengan anak gelandangan. Tentu saja dia tidak sekolah, tapi andai sekolah, kira-kira anak itu sekarang kelas lima SD, tapi jalanan tampaknya telah mendewasakan dia lebih cepat. Pada saat itu aku hendak pulang usai menjalani tes pegawai di sebuah dinas kota. Ketika aku sedang menunggu bus antar kota di sebuah […]
Setengah Dewa

Cerpen Yuditeha Sebelum menulis ini, aku merasa perlu merajuk kepada kalian. Alasan pertama, aku tidak biasa menulis, karena itu aku tidak tahu tulisan seperti apa yang bisa membuat kalian betah membaca sampai akhir. Terkait hal itu mungkin karena kenyataan kekayaanku berlimpah dan hidupku serba berkecukupan, hingga semuanya terasa mudah bagiku karena selama ini aku bisa […]
Makmum

Cerpen Yuditeha Aku masih ingat, setelah dinyatakan lulus sidang tesisku waktu itu, Ustaz Albani memintaku menemui beliau di pondok tamu. Dengan ditemani santri putri, aku menghadap beliau. Sampai di sana, Ustaz Albani rupanya sudah menungguku yang ditemani Ustaz Al-Mutallaq. Sebelum bertemu beliau, aku menduga apa yang ingin beliau sampaikan mungkin tentang kelanjutan nasibku usai lulus […]
Sejarah Mimpi

Cerpen Yuditeha Sudah dua hari, setiap usai mengisi khotbah Subuh di musala, wajah ustaz Albani tampak tidak cerah seperti biasanya. Hal itu tak luput dari perhatian Sukirman, salah satu jemaah setianya. Pada saat Sukirman melihat itu, dia belum ada niat untuk menemui ustaz Albani, terlebih mengajaknya bicara. Tapi ketika di hari berikutnya Sukirman masih melihat […]