Puisi-Puisi Muhammad Faizun

MENGHABISKAN PUNTUNG ROKOK Ia memunguti bekas puntung rokok yang terselip di antara rumput dan mulut tamu yang datang dan pergi. “Jangan sebatang,” katanya sambil membenamkan tangis atau marah di balik senyumnya. “cukup sisa Anda,”katanya Sementara rumput dan jemari tamu yang hampir tersulut api puntung itu bersyukur ada yang menampung sebab hitung-hitung sedekah sekalipun dari puntung. […]