Puisi-Puisi Puji Pistols, Saat Pulang, Merampungkan Kaligrafi Peoni, Labu Kuning,Lotus,Pa Kua

EDISI KENANGAN DALAM KALIGRAFI BAISHI Satuan garis lengkung dimunculkan sebagai mata rantai batasan semesta dan yang ada SAAT PULANG Segalanya berbalik pulang kekasih yang pernah bersambang menyimpan arsip masa muda tersimpan tabik di hari tua MERAMPUNGKAN KALIGRAFI PEONI Hidup mengantongi apa? ia susuri sudut tersembunyi kaligrafi jadi mengerti yang silam, mengerti […]
Puisi Puji Pistols: Mendengarkan Siaran Radio, Tangga Lagu Sendu di Malam Minggu

MENDENGARKAN SIARAN RADIO, TANGGA LAGU SENDU DI MALAM MINGGU barangkali di luar sanaorang orang tak menyangkakau begitu bahagiadi temani radio, di sebuah Minggu malamsuara penyiar yang gampang menjemput perasaanseseorang untuk jatuh cinta alunan lagu sendu tentang kasih tak sampailagu lagu terus berulang, tetap sendu sendu meluluorang orang begitu suka, ada yang ketawa ada yang meneteskan […]
Puisi Puji Pistols: Mendengarkan Maher Zain, Cerita yang Tertinggi di Ladang Kopi, Di Pesarean Kiai Mutamakin, Chang’e

MENDENGARKAN MAHER ZAIN akhirnya kita punya sebuah kamar tenang di dalamnya karpet hijau membentang kusam, kerudung musim panas berkain toska, meja dengan setumpuk paket kurma, roti mentega, bersebelahan dipan dipenuhi buku buku kisah dan kenangan sebuah kota tua yang sedih di depan teras ada batas balajarberbatas susunan taman berbatuseakan ingin menderas warna jalanyang merunduk dingin […]
Puisi Puji Pistols

Maskumambang ini bulan kedelapanaku menunggumu berpura-pura ketakutandalam sembahyang berirama lambandi depan gapura gunung garbawasatelah kukenali bunyi persembunyianseekor penyu pembawa ilmu pengetahuandalam punggungnya yang licinberpendar cahaya menembang kegelapandan dua takir jenang merah jenang putihmenjadi lelap menjadi harapsebagai tanda kenduri dimulai ini bulan kedelapanbulan panjangusia serupa kura-kura Mijil dengan tubuh licin tanpa lembar kainengkau akan datang menjenguk […]
Puisi-Puisi Puji Pistols

ENSIKLOPEDIA BANGKU SEKOLAH YANG TERSIMPAN DI CATATAN HARIAN, 1979 “kenangan benar-benar tak bakal kembali” TERAS Di seputar teras sekolahankeriuhan sekejap jadi senyapjam siang, kemeja penuh tanda tangan bayang-bayang lambaian tangan guru Marno aku dan teman-teman berjalan dan berpisahanlewati pot bunga lidah buaya, lewati papan nama bersamasebuah upacara pelepasan nama-namakipas angin tua berputar pelan, hanya sepatah kata” […]
Puisi-Puisi Puji Pistols

P I G U R A Ke dalam ruang persegi panjangdi sana emak dan bapak duduk bersebelahancahaya petromak adalah pintubagi masa lalu—bekas sandal kayu, gantungan peci,sarung, bersebelahan ruang tamu,meja kursi berukir, teras rumah,pot-pot kembang anggrek tinggal dikenangmenatap halaman rumah, kata-kata senyap Di dalam ruang persegi panjangia telanjang dada, tampak lebih tua dari sebelumnyaberjalan susuri ladang, […]