Puisi-Puisi Muhammad Rois Rinaldi

Pada Suatu Jeda Jalanan jauh itu, hari buta terlunta. Sepi yang lacur dilucuti kepak jalak. Napasku, dengus anjing pada bukit senyap dilingkup kabut. Mencarimu! 2010 Aku Jatuh Cinta Aku jatuh cinta kepada perempuan tua di terminal subuh yang gagap. Matanya, menggugurkan magnolia dan jerit dunia adalah gulma yang beredar dari inang. O celak mata yang […]

Puisi-Puisi Muhammad Rois Rinaldi

Mei 1988-2012 Kita belum berpisah. Masih ada percakapan. Di sekitar surut langit malam kata belum sampai maut. Segera buka kotak kelereng di pojok gudang belakang! Waktu seperti laut di muka patah bebatuan. Meluap-luap. Kita perlu menghitung beberapa dan meluncurkannya di teraso merah karena hari bergerak badan berpindah, tak kuasa memastikan apa-apa. Dunia barangkali dibangun dari […]

Puisi-Puisi Muhammad Rois Rinaldi

Ilustrasi CNN Indonesia

RENGGUTLAH AKU Renggutlah aku, kekasih. Renggut aku Aku janin dari rahim, engkau Ibuku. Kumerdekakan aku dari akuku jika kau membelengguku di dalam dirimu. Galur-galur hidup yang tuba, tujuan tiada. Kehendak ditinggalkan damba, orang-orang terkasih hilang tanda. Aku telah selesai marah di hari lalu,Bu. Hari depan seleret jejak bisu mengibas debu di ujung jalan buntu. Kubawa […]