Puisi-puisi Agus Widiey, Tanah Batuputih, Kenangan Sederhana untuk Satu Tahun Kepergiannya, Pengakuan, Pendakian, Meditasi

TANAH BATUPUTIH Inilah tanah kami, tanah yang kini merindukan gerak cangkul para petani. Dahulu, tanah kami selalu menunggu kedatanganmu; memberikan sentuhan basah pada mekar padi kehidupan. Kebahagiaan kami terbuat dari hal-hal sederhana, semisal dijauhkan dari hama, hingga memeluk hangat jerami bersama-sama. Inilah tanah kami, yang kini nyaris makin sempit seperti kesejahteraan. Yogyakarta, 2025 KENANGAN SEDERHANA […]
Puisi-puisi Agus Widiey, Instrumentalia Puasa,Pengakuan,Di Laut Itu,Cinta Perempuan Lampadang, Menyambut Kekasih

INSTRUMENTALIA PUASA Kutahan diri dari segala hal yang dapat membuat puasaku jadi batal. Hari ini, aku hidup di dua dunia, di mana jari dan akalku harus dididik dengan bijaksana. Tapi puasa yang Kau perintahkan bukan sekadar menahan haus dan lapar, melainkan suatu rukun paling puisi, yang setiap kebaikan, pahalanya dilipat gandakan. Maka, Tuhan, puasakan juga […]
Puisi-Puisi Agus Widiey, Solitude, Ritus Waktu, Persembahan,Warna Kanvas Käthe Kollwitz, Ketika Ibrahim Mencari Tuhannya

SOLITUDE Kesedihan ini seperti kabut menggumpal yang perlahan memecahkan gerimis dari mataku hingga warna hari meleleh dan segala tampak menjadi sepia ketika kesunyian tak kunjung lerai dalam ritmis bahasa melankolia. Setelah ini, apalagi apologi hati yang lebih gemetar selain rindu yang kerap mengendap dalam diri? Sejumlah bayang-bayang mengetam di antara gelap dan […]