Puisi-Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Penggembala Nafsu Menggembala nafsu sendiriMemberinya pakan dengan kesenangan duniawiNafsu yang terkadang melahap kendali dalam diriLepas tak terkontrol bagaikan buasnya si raja hutanJika nafsu sedang jalang segala yang haram diterkamNafsu hewani menguasai raga yang lunglaiTerjebak dalam dilema yang berkepanjanganDalam kendali nafsu angkara dan lawamah yang berkobarSaling tikai dalam gejolak hatiAmarah menyala merahLawamah memercikkan api amarahDapatkah manusia […]
Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto

BAYANG-BAYANG DI ANTARA PUING (1)tak lagi siang tak lagi malamwarna-warna tak lagi pekat atau cemerlanglaut-laut mendaki gigir tebinggunung-gunung memburu ombak dan pesisirdi setiap celah karang kepiting-kepiting silaudi setiap pokok pohon kadal-kadal lumpuhkambing-kambing liar di padang rumputmenjelma gerombalan batu : kita adalah berhala-berhala yang remukdigerogoti musim, dikerat harimenjadi sekedar bayang-bayang di antara puing. di puncak-puncak lingga […]
Puisi-Puisi Galih M. Rosyadi

JALAN KE SURAU-buat AZN 1/gerimis tipisbulan kian sembunyijalan ke surau 2/berganti tahunhujan kian menderasdoa melangit 2020. NELAYAN, (1) Di pekat amis lautkau menjala nasib.Harapan adalah layar,sedang hidup adalah angin. Kembalilah ke tepiankala gelombang kian pasangdan burung-burung camartelah pulang bersarang. Jika samuderatak lagi memberimu ikan,belajarlah kepada karangtentang kesabaranjuga ketabahan; dan segeralah mengangkat jangkardan berlabuhlah ke batas […]
Puisi-Puisi Jamaludin GmSas

BANDONGAN QAALAL-MUSHONNIFU Semua duduk tawaruk sembari tumungkul,merasa rendah di hadapan pewaris rasul.Kiai datang dengan secarik kertas kuning,lalu duduk memandang satu demi satukepala yang berhasil dielus-elus olehnyadengan senyum, hati, dan tangan-tangan doa—Qaalal-mushannifu rokhimahullaahu ta’aalawa nafa’anaa bihii wa bi ‘uluumihii fid-daroini,aamiin. Ratusan santri bisu-mematung: suaranya dirampas kewibawaan,ruang gerak dipersempit ketakziman.Diksi-diksi arabi yang dibubuhidengan makna gandul pegon jawimerupakan […]
Puisi-Puisi Budhi Setyawan

KE SEBUAH PESISIR barangkali tahun tahun hanya bayangsehimpunan hunjam kecemasan yanglebih deras dari hujan musim ke sembilanhingga sungai sungai meluapmengabarkan keruh yang sebelumnya tersembunyidi bawah lipatan lembar cuaca arus di sungai akan pergi menuju muarasambil mengangkut cerita dari rindang perkampunganyang dilewatinyaseperti juga bulan bulan yang bergantianmerekam peristiwa keterasingananak anak manusia di siklus pencarianmemberat muatan di […]
Sajak-Sajak Tjahjono Widarmanto

BAYANG-BAYANG DI ANTARA PUING (1)tak lagi siang tak lagi malamwarna-warna tak lagi pekat atau cemerlanglaut-laut mendaki gigir tebinggunung-gunung memburu ombak dan pesisirdi setiap celah karang kepiting-kepiting silaudi setiap pokok pohon kadal-kadal lumpuhkambing-kambing liar di padang rumputmenjelma gerombalan batu : kita adalah berhala-berhala yang remukdigerogoti musim, dikerat harimenjadi sekedar bayang-bayang di antara puing. di puncak-puncak lingga […]