Puisi Efen Nurfiana: Beriman Kepada Kursi-Kursi, Hari Minggu, Di Pinggir Sungai Logawa, Kopi Setengah Gelas

BERIMAN KEPADA KURSI-KURSI laki-laki itu beriman kepada kursi-kursidipikulnya kursi-kursi di pundak, di dadadi kepala ia menawarkan diri, ah tidakia menjual kursi-kursi kepada penduduk kotapedagang dan aktivis mahasiswatetapi ia kalah dengan baliho di jalan-jalanorang-orang tetap membeli gambar berdiriyang gemar mengumbar janji dan debu siang ini tak ubahnya bedak kosmetikyang ia pakai untuk menutupi murungwajah itu telah […]
Puisi Efen Nurfiana: Sungai Panjang dan Rimbun Lainnya, Susu Ibu, Musim Panen, Berteduh di Dadamu, Sebagaimana Cinta

SUNGAI PANJANG DAN RIMBUN LAINNYA katakan padaku, mengapa di tubuhmuada sungai panjangyang berkelok, yang lambat arusnya tepian sungai itu batu kaliberwarna murunglicin dan tak tentu katakan padaku, mengapa di bibirmuada kabut putihyang semakin memucat ketika tanganmu mengepalyang dinginnya mulai menuruni lekuk leher, dadadan rimbun lainnya katakan padaku, mengapa kau sedikit menggeser pantatmuseperti dingin itu menusukmu […]
Puisi Efen Nurfiana: Segelas Gelembung, Ideologi Peminjam, Waktu Berbuka, Menjelang Lebaran, Hewan Ternak

SEGELAS GELEMBUNG gelembung di laut iniingin kutakar segelaskuseduh dengan kopi kesayanganmubarangkali asinnya akan ikut larutke dalam tiap teguk, tiap luruh dosa bau matahari yang kupanggangbarangkali saja akan semerbak menuju kamarmunamun tetap saja, kita akan sama-sama tahuhutan di dada kita tak menumbuhkan gelombangia masih ribuan mil semak dan lebat aku melihat, wajahmu terlempardari tawa anak-anak menuju […]
Puisi Efen Nurfiana: Pasar, Tragedi Danau Kenanga, Cuci Mulut pada Makan Malam Kita, Pasien, Kemana Kita

GAMBAR PAYUDARA pelukis itu menggambar payudaramenggambar rindu sebelum ia dapat menyusuini penjagalan!berpuluh-puluh gurun dalam pencarianmasih matamu yang terjatuh di tengah banyak gaduh bukan puting itu, kutup segala usiabukan lingkar kecokelatan yang mengitarinyatetapi dua gundukantempat kau dan aku bermula 2023 PASAR mulut kita seperti dijajakan pada toko-tokodibeli dengan harga diskonditawar pula! tidak kalah payah, payudara kita […]
Puisi-Puisi Efen Nurfiana

AKU MENINGGALKAN SEBELAH HATIKU aku meninggalkan sebelah hatikudi tempat seluruh rumput tunduk kepadamudi tempat seluruh mendungdan semut-semut merunduk di bawah rahmatmudi tempat bukit-bukit, langit dan terumbuk karangbersyahadat atas namamuasyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa-asyhadu anna muhammadar rasulullah surau tua, adzan rentazikirku remang-remangterbentang melingkar di perut ikan aku meninggalkan sebelah hatikudi tempat menit-menit berputar di lingkar […]