Puisi A. Musabbih: Mendaras Gerimis, Menggambar Lapar, Waktu Putih, Perjamuan Nastar

Mendaras Gerimis Aku berlindung dari godaan langit mendungtempat dulu kita bernaungdan bingung Tetes-tetes yang jatuhbukan hanya ingin membasuh Masih banyak lagijika kita peduli pada pagi Tahanlah, sebagaimana tanah. Sebelum ribuan akar menjangkardan meresapkannya ke batang-batang penghidupan. Benar. Kita akan suburmenumbuhkan sejumlah rinduyang kini kian mengabur. Dan puasa adalah sabardi mana segala puisi dapat kita tulissepuas-puasnya. […]