Lelaki Pucat di Gudang Belakang

Oleh: Pasini    Lelaki pucat itu mengangkat wajah begitu jendela bergerak terbuka. Ia bangkit dari duduknya di bawah meja yang kakinya tinggal tiga. Sebuah senyum menggantikan gundah. Aku menangkupkan dua telapak tangan di tengah dada, berisi permintaan maaf tidak bisa mengunjungi beberapa hari. Ia tampak mengerti. Kepalanya manggut-manggut memaklumi.    “Aku sibuk sekali,” bukaku, bukannya mungkin ini […]