Merpati Kesayangan

Oleh : S. Prasetyo Utomo MASIH gelap subuh, Samsu mendorong kursi roda Panji Rangsang, ayahnya, meninggalkan Lembah Kelelawar. Kursi roda melintasi jalan berkabut. Mereka menuju surau Kiai Muhaya yang sedang dipugar. Telah sebulan Panji Rangsang salat subuh di surau semenjak terserang lumpuh. Wajahnya menyusut. Tubuh mengering. Sepasang matanya hampa. Dengan wajah menunduk, Samsu mendorong kursi […]