Memoar Para Dosen

Oleh Hamidulloh Ibda Sejak kuliah S1, saya tidak pernah ada bayangan untuk menjadi dosen. Setelah lulus, bali kampung, ngajar di MI, musala dan TPQ meneruskan perjuangan abahku. Simpel begitu. Namun setelah lulus, pikiran berubah. Alasannya sederhana, dulu waktu abah saya masih sugeng, saya diminta pulang untuk segera menikah. Lah, ini yang bikin saya mumet laiknya […]