Penyair, Kebaruan, dan Historia Penciptaan

*) Oleh: Tjahjono Widarmanto /1/ Dalam sebuah pertemuan sastra, seorang pemuda yang memiliki cita-cita luhur untuk menjadi seorang penyair, berkeluh-kesah bahwa tidak ada lagi ruang estetika yang tersisa baginya. Menurutnya, seluruh gaya pengungkapan, seluruh pemilihan diksi, metafora-metafora dalam puisi, ungkapan-ungkapan bahasa, semuanya sudah ‘dihabiskan’ oleh para penyair pendahulunya. Pun, tema-tema besar semuanya, berikut gaya […]