Puisi-Puisi Joe Hasan, Di Sini Kami Dilarang Melihat Matahari , Bulan Merah, Di Pasar, Halaman Koran, Puasa 4

DI SINI KAMI DILARANG MELIHAT MATAHARI pagi itu aku tergesa-gesa menyantap sarapan sisa kemarin dari dalam kulkas, isinya harapan-harapan bapaknya bapak itu sudah berbulan-bulan ini tidak pernah berkata tidak pernah bersenyum dia enggan mempertemukan pandang setiap hari aku bermimpi bertemu matahari tapi di rumah ini kami dilarang melihat matahari angin hanya dibiarkan masuk seadanya katanya […]

Teman lama

Cerpen Joe Hasan Saya akan bongkar lagi kardus-kardus tempat penyimpanan buku-buku lama saya. Begitulah pikir saya ketika tahu bahwa si Adrian kini jadi penulis sukses. “Ya alhamdulillah, tapi belum sukses-sukses amat. Masih banyak yang lebih bagus. Saya kalo dibanding sama penulis lain masih kalah jauh.” Ucapnya saat saya tak bisa menahan diri untuk terus memujinya. […]

Puisi-Puisi Joe Hasan

Debu-Debu Wanci sesekali aku ingin mengecupdebu-debu yang bersemayam di wanci katanya ia sahabat ikanlaut biru kadang menyaparumah sedang kosong melompongmasuk saja bila ingin mencium dindingtoh kau terbang sesuai perintah tuhantapi aku juga ingin mengecupmumenakar dalam gelas puisiyang sering kuhabisi kala malammenjelang tidur saat-saat kepergian sedang berdetaktak lupa makan mengisi tenagaikan itu berbumbu kuningkalah terasa asing […]