Puisi-Puisi Jamaludin GmSas

Rajah Kabikaj Di lembaran-lembaran kertas kuning nan usang,ada ilmu-ilmu yang tak boleh dibiarkan hilang.Banyak yang tak mengetahui muasal kata,budaya turun-temurun melalui lisan dan perbuatan. “Akan kautulis di mana rajah itu?” tanya Kiai.Semuanya paham akan sebuah jawaban,bahwa tradisi santri sudah melekat di dalam hati. Di setiap sudut kitab, rajah kabikaj ditaburkan,doa-doa pun selalu dipanjatkan. “Apakah hanya […]
Puisi-Puisi Jamaludin GmSas

BANDONGAN QAALAL-MUSHONNIFU Semua duduk tawaruk sembari tumungkul,merasa rendah di hadapan pewaris rasul.Kiai datang dengan secarik kertas kuning,lalu duduk memandang satu demi satukepala yang berhasil dielus-elus olehnyadengan senyum, hati, dan tangan-tangan doa—Qaalal-mushannifu rokhimahullaahu ta’aalawa nafa’anaa bihii wa bi ‘uluumihii fid-daroini,aamiin. Ratusan santri bisu-mematung: suaranya dirampas kewibawaan,ruang gerak dipersempit ketakziman.Diksi-diksi arabi yang dibubuhidengan makna gandul pegon jawimerupakan […]