MARDI ZULFU MEMUTUSKAN BERHENTI JADI USTAZ

Cerpen karya Erwin Setia Malam terakhir ketika Mardi Zulfu mengimami salat Isya di Masjid Al-Hidayah, jumlah jemaahnya hanya dua butir kepala: lelaki tua setengah buta yang dianggap gila oleh masyarakat sekitar dan seorang bocah bermata juling yang selalu berteriak ketika mengucapkan ‘amin’ sampai telinga Mardi Zulfu pengang. Selepas salat, Mardi Zulfu memantapkan keputusannya: ia akan […]

SUMIRAN MENJADI BABI

Cerpen Erwin Setia Babi-babi memenuhi Kampung Suci. Pagi itu, belum lama setelah mentari nongol di timur cakrawala, warga berhamburan dari rumah masing-masing dengan wajah tegang. Mereka seolah-olah menerima kabar perang saudara akan terjadi. Para lelaki muda dan bapak-bapak menenteng senjata. Ada yang membawa parang, kelewang, golok, pedang, bahkan senapan. Kampung Suci yang biasanya setentram desa-desa […]

Kisah Seorang Anak Presiden

Cerpen Erwin Setia     Sejak hari pelantikan ayahku menjadi presiden, aku merasa orang paling beruntung di muka bumi. Bisa beli apa saja yang kukehendaki dan menyantap makanan apa pun yang kusukai. Soal perempuan? Memangnya siapa yang berani menolak cinta anak presiden? Di mana-mana, orang-orang selalu menghormatiku. Aku memiliki banyak pengawal sehingga aku tak perlu merasa […]