Ritual Selawat

Cerpen Edy Firmansyah Bacaan selawat Tibbil Qulub mengalun pelan dari mulut Ni Lamis. Seolah membisikkan kidung penenang hati pada Nisa yang sedang berbaring di lincak reyot. Sementara itu minyak berbau rempah yang dioleskan ke seluruh tubuh Nisa menguar menyelimuti udara. Bercampur dengan bau 99 lembar tembakau kering yang dibakar dan diletakkan di bawah lincak. Nisa […]
Dunia dan Mimpi Way Apim

Cerpen Edy Firmansyah Way Apim tentu saja tak bisa menceritakan perihal mimpi anehnya pada istrinya. Selain ia memang tak mampu menceritakannya, juga bisa-bisa ia akan ditertawai istrinya. Istrinya termasuk salah satu orang yang percaya bahwa mimpi hanyalah bunga tidur. Barangkali memang ada orang yang bisa jadi nabi berdasarkan wahyu yang datang dari mimpi, tapi jelas […]
Kehidupan Normal Baru

Cerpen Edy Firmansyah “Seseorang yang menulis dengan hati akan sampai pula ke hati. Yang penting menulislah dengan sederhana. Jangan membuat ruwet pembaca. Sebab pembaca tak suka keruwetan. Karena itu menulislah cerita seindah bintang fajar. Seorang pengarang yang demikian bisalah disebut seniman sejati.” Dia terkesiap dari lamunannya ketika nasihat temannya terngiang-ngiang lagi di kepalanya. Ia kemudian […]