Padepokan Slimut

Cerpen Setia Naka Andrian Hari masih sangat pagi. Pagi sekali. Leman Soleman baru saja terjaga dari tidurnya yang tak panjang. Ia bangun karena kaget yang diciptakan sendiri. Ya, alarm membanting suara yang memukuli telinganya, berkali-kali, menyesakkan dada. Napasnya nampak terengah-engah. Sepertinya baru saja ia pejamkan mata, tak juga sampai bermimpi apa-apa, Leman harus sudah membuka […]