Awan Hitam di Atas Kepala

Cerpen Pasini Yaz ingin tertawa, tapi dua hal serasa mencegah. Pertama, wajah serius lelaki paruh baya di depannya. Kedua, bayangan kematian itu sendiri. Tak pernah ada yang menggambarkan kubur sebagai tempat yang indah bagi pendosa sepertinya. Tak ada tuak atau anggur merah lagi. Terlebih perempuan muda pemantik birahi. Tubuhnya terasa baik-baik saja. Bahkan batuk dan […]
Jalan Pintas

Cerpen Pasini “Bude sempat menuduh aku mengada-ada. Padahal aku sambil menangis meraung-raung.” Akhirnya kupilih kalimat tersebut sebagai pembuka. Berharap lelaki di depanku itu akan menimpalinya dengan pertanyaan lanjutan, lantas bagaimana ia akhirnya bisa percaya?, misalnya. Rumah Bude Mida dua rumah jaraknya dari rumah kami. Rumah persis di samping rumah kami justru tak berpenghuni, tengah dalam […]