Jalan Pintas

Cerpen Pasini “Bude sempat menuduh aku mengada-ada. Padahal aku sambil menangis meraung-raung.” Akhirnya kupilih kalimat tersebut sebagai pembuka. Berharap lelaki di depanku itu akan menimpalinya dengan pertanyaan lanjutan, lantas bagaimana ia akhirnya bisa percaya?, misalnya. Rumah Bude Mida dua rumah jaraknya dari rumah kami. Rumah persis di samping rumah kami justru tak berpenghuni, tengah dalam […]