Rumi Nawas

maarifjateng

Oleh Ilham Wahyudi Mahli baru saja keluar dari diskotik ternama di Kota Anu. Ia memang acap pergi ke diskotik untuk mabuk dan bercengkerama dengan orang-orang yang haus minuman keras. Cukup dengan dua botol Captain Morgan Mahli sudah mampu membuat beberapa wanita duduk menemaninya minum sampai jelang subuh. Kadang kalau ia sedang takut tidur sendiri,  satu-dua […]

Burung  Sang  Pembebas

Cerpen Ilham Wahyudi Pernahkah kau mendengar kota yang isinya burung-burung? Sehingga tak satu pun kau temukan makhluk yang berjalan atau melata selain burung.  Meskipun berisi burung-burung, kota itu terlihat begitu megah dan mewah. Fasilitasnya tak kalah dengan kota-kota besar di dunia. Jalan raya, taman, rumah sakit, gedung sekolah, serta rumah ibadah begitu lapang, panjang, dan […]

Surat Bulbul kepada Mawar Berduri

Cerpen Ilham Wahyudi  Mawar Berduri kekasihku … Semoga kau tidak kecewa,  sebab sudah lama tidak mendapat surat dariku. Seperti yang kau tahu, kesibukanku akhir-akhir ini sangatlah padat dan melelelahkan. Kondisi ekonomi yang kian tak terprediksi telah membuat kas negeri burung nyaris stadium 4. Ditambah pula meletusnya perang antara Negeri Beruang Putih dengan Negeri Tupai Tanah—yang […]

Abdul Jamil-Marlina

Oleh Ilham Wahyudi “Mimpimu kelewat tinggi Abdul Jamil. Marlina itu anak orang terpandang. Lagi pula engkau pun tak pantas, dia wanita berpendidikan, sedangkan engkau? Sudahlah Abdul Jamil, lebih baik engkau kubur dalam-dalam mimpi itu! Sampai kapan pun Tuan Tambi tidak akan setuju engkau dengan Marlina.” Abdul Jamil tersadar. Buru-buru dia perbaiki posisi berdirinya. Sekiranya semenit […]

B a i d a h

Cerpen Ilham Wahyudi “Gunung paling tinggi akan aku daki, laut paling dalam-kelam pasti akan aku selami jika itu mampu menjadi penawar sakit yang kau derita Baidah. Bahkan jikalau ada yang lebih berharga dari sebuah nyawa, tentu akan aku berikan untuk kesembuhanmu, Baidah.”  Belum ada obat teguk yang mampu merobohkan Atresia Bilier. Sampai hari ini baru […]

M a r l i n a

Oleh Ilham Wahyudi Perempuan itu duduk sendiri dalam kamar memandang jauh keluar jendela—matanya seolah menembus dinding-dinding rumah penduduk. Mata indah yang mulai kabur. Mata yang bila setiap orang memandangnya pasti akan terpesona, sebab pancarannya menerbitkan keteduhan.  Angin malam menerobos masuk membelai wajahnya yang masih terlihat cantik. Sangat cantik untuk ukuran perempuan seusianya. Meskipun usianya tidak […]