Puisi-Puisi Arinda Sari

Percakapan pada Tanaman-Tanaman Kuamanahkan kalian pada tumpahan kubik airOleh karenanya kuletakkan kalian di pot-pot putih, berulir ulir seperti rumah lebah, di teras rumahKalian betah kan, wahai aglonema yang merah, begonia yang ngambek jika dua hari tak ketemu air, singonium yang menawan, janda bolong yang terus merambat, kuping gajah yang unik, sansievera yang apa adanya. Lantas […]

Semoga Jilbab Membuatku Taat

Oleh Arinda Sari Aku tersudut di sini. Di emper toko alat tulis terbesar di kotaku. Berbaur bersama debu musim kemarau, suara kernet yang melolong-lolong nyaring, aroma keringat orang-orang yang berkelebat lewat, dan bau busuk dari got mampet di dekat emper. Seragam pressbody-ku sudah kucel, rambut kuikat seadanya dengan jepit plastik murahan berbentuk kupu-kupu. Kunaikkan kaos […]

Seorang Gadis yang sedang Bicara pada Nurani

Cerpen Arinda Sari Kinanti. Itu kau. Pemilik bola mata jeli yang indah, magis, menggetarkan, serta menggeleparkan. Tatapanmu merupakan gravitasi terbesar dari seorang Sekar Kinanti—Bunga yang dinanti. Ah, mungkin serupa bola mata Cleopatra atau Nyi Roro Kidul. Orang-orang bilang, wajahmu yang menawan seindah rembulan. Banyak hati tertawan tapi kau enggan terkesan. Omong kosong, katamu jengah. Mereka […]

Body Shaming yang Bikin Salting

Oleh Arinda Sari Isu body shaming memang sempat nge-hits. Berawal dari sebuah postingan blog oleh seorang teman blogger tentang body shaming, saya benar-benar baru ngeh. Oalah. Kemana saja saya ini ya? Ngakunya penulis tapi mendengar istilah body shaming aja langsung kena roaming, terus sibuk googling dengan ke-kepo-an tiada tara.   Setelah membaca sekian artikel, baru […]