AIR MATA EMAK

Cerpen A. Warits Rovi     Emak duduk hanya pada belah tempurung, menyorong kayu ke dalam tungku, memandang api lama sekali. Seolah dalam api itu ada peristiwa ajaib yang ia lihat. Aku melihat Emak dari belakang, hingga tampak uban putihnya menyembul di tepi kerudungnya yang melabuhi lelehan peluh mengkilap di lehernya. Setelah kudekati, ternyata Emak menangis, […]