AIR MATA EMAK

Cerpen A. Warits Rovi     Emak duduk hanya pada belah tempurung, menyorong kayu ke dalam tungku, memandang api lama sekali. Seolah dalam api itu ada peristiwa ajaib yang ia lihat. Aku melihat Emak dari belakang, hingga tampak uban putihnya menyembul di tepi kerudungnya yang melabuhi lelehan peluh mengkilap di lehernya. Setelah kudekati, ternyata Emak menangis, […]

Kucing Penanda Lenyapnya Pandemi

Cerpen: A. Warits Rovi     Malam itu, hujan baru saja reda, hampir bersamaan dengan dua belas dentang jam kuno yang bunyinya menyeberangi senyap dari arah masjid Ar-Rahman di ujung selatan desa. Samad terkejut begitu ia tiba-tiba melihat Burni—kucing kesayangannya yang berbulu putih dan tebal—berdiri di samping pintu yang daunya dikuakkatupkan angin. Kucing itu menjilat-jilat sebelah […]

Dendam, Tongkat dan Pesan Guru

Cerpen: A. Warits Rovi     Dari balik jendela kamar kos, aku memandangi kekar dahan rambutan bersanggul daun lebat. Jan dinding kusam yang kaca penutupnya sudah pecah menunjukkan pukul 08.23 pagi. Berdetak keras di samping sebatang tongkat yang kugantung pada setancap paku. Tongkat kayu itu bergambar helai-helai rambut panjang bergelombang sisa goresan mata duri carang. Ujungnya […]