Mendoakan Orang Lain

Oleh Deffy Ruspiyandy

Secara realita, sudah tentu setiap manusia akan tergantung kepada manusia lainnya. Karena itu pula, hidup di atas dunia ini manusia tentu harus selalu berbuat yang terbaik bagi orang lain. Setelah mampu melakukan ibadah secara habluminallah maka pada tatanan lain diharapkan sebagai seorang muslim yang baik maka akan mampu menjalankan ibadah yang terkait manusia yaitu habluminanaas.

Islam sendiri sangat menghargai hubungan antarmanusia. Oleh sebab itu maka terasa amat penting kalau kita sendiri pun berusaha untuk memperhatikan pula dalam urusan orang lain. Ada sebuah ibadah yang dapat dilakukan sendiri namun dampaknya dapat dirasakan orang lain. Ibadah yang dimaksud adalah berdoa. Berdoa untuk diri dan keluarga jelas cukup baik dan makbul namun mendoakan orang lain ternyata jauh lebih dahsyat karena selain akan dikabulkan oleh Allah Swt. juga kebaikan doa itu pun kembali kepada diri kita.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” Q.S. Al-Mukmin : 60)

Sehingga tak begitu salah, ketika ada kesempatan untuk bisa mendoakan orang lain maka lakukanlah karena itu akan kembali kepada diri kita. Dengan mendoakan orang lain maka sama artinya dengan berharap kebaikan selalu dimiliki orang lain pula. Tentu saja ini menjadi bukti bahwa berbuat untuk orang lain sama artinya mengundang kebaikan untuk diri kita juga.

Pada suatu pagi ketika Sayyidah Fatimah selesai berdoa, Sayyidina Hasan r.a. bertanya, “Wahai Ibuku, dari semalam saya mendengar doamu, tetapi tidak satu pun doa itu untuk dirimu sendiri?”

Sayyidah Fatimah menjawab dengan lembut: “Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkan kamu mendoakan tetanggamu, maka mereka akan mendoakan kamu. Adakah yang lebih baik dari pada doanya para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?”

Tentu saja tak ada salahnya kita mendoakan orang lain. Dalam hal ini setidaknya kita akan mendapat dua keuntungan yang berarti. Pertama, dengan mendoakan orang lain apalagi yang bersangkutan tidak mengetahuinya sama sekali maka doa baik untuk orang lain tentu akan dikabulkan oleh Allah. Kedua, mendoakan orang lain bukan saja menguntungkan bagi orang yang didoakan oleh kita, namun doa yang kita ucapkan untuk orang lain maka jelas manfaatnya untuk kita juga karena kemungkinan doa kebaikan untuk orang lain maka doa itu pun akan kembali untuk diri kita juga. Jadi dengan mendoakan orang lain adalah ibadah yang baik dan tak akan pernah sia-sia jika kita melakukannya.

Karenanya, jikalau memang kita belum mampu memberikan sesuatu yang terbaik kepada orang lain, maka tak ada salahnya jika memang ada kesempatan kita bisa mendoakan orang lain tentu mesti kita lakukan. Hal tersebut bisa menjadi salah satu kontribusi diri kita kepada orang lain. Terlihat seperti ringan melakukannya, namun di balik  semua itu tersimpan makna yang begitu dalam tentang kepedulian kita kepada orang lain. Secara ideal memang kita mesti mampu menjadi solusi problem yang dihadapi orang jika mampu melakukannya, akan tetapi dengan mendoakan pun sungguh hal yang mencerminkan jika kita pun turut peduli dengan masalah yang tengah dihadapi oleh orang lain.                                                                                                                                                                                                

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912).

Seringkali diri kita sendiri terjebak dengan sesuatu yang sifatnya wah agar mampu membantu orang lain. Namun ternyata sesuatu yang ringan dan mudah dilakukan kapan saja yaitu berdoa ternyata menjadi bagian yang sesungguhnya bagian kebaikan kita untuk orang lain. Di sinilah indahnya Islam karena mengutamakan bagaimana seharusnya kita sendiri berbuat baik kepada orang lain walaupun hanya sebatas doa. Doa yang kita panjatkan untuk orang lain, tak sekadar untaian kata-kata yang indah namun merupakan cerminan jiwa atau diri yang memiliki cinta untuk orang lain. Sangatlah elok jiwa orang yang dalam hidupnya bergelut dengan segala kesulitan tetapi ternyata masih mampu untuk mendoakan orang lain.  

Karenanya Islam yang menjadi panduan hidup kita dan dianggap sebagai rahmatan lil alamiin haruslah melekat pada diri kita. Sesama muslim sudah seharusnya mengesampingkan sifat tercela dan sifat saling mencurigai. Dalam kondisi sulit seperti pandemik yang terjadi saat ini seharusnya udah seharusnya kita saling membantu dalam beragam bentuk. Bukan dalam urusan besar kecilnya bantuan yang diberikan akan tetapi saat ini sejauh mana kita mampu memberikan sesuatu yang mungkin dibutuhkan. Tidak hanya sekadar bantuan berupa materi tetapi saran, nasihat, solusi dan juga doa adalah bagian yang cukup kuat untuk saling menguatkan.   

Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam bersabda “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

Artinya, Islam itu sendiri oleh kebersamaan. Karenanya kehidupan yang dijalani selama ini haruslah menjadi bagian dari kita bisa memberi kontribusi yang berarti bagi lingkungan sekitar kita. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Jadi sekecil apa pun kontribusi kita kepada orang lain sesungguhnya sangat berarti bagi kehidupannya. Allah tidak akan pernah menilai dari besar kecil yang diberikan namun akan dilihat dari ketulusan yang dilakukannya. Hal ini membuktikan bahwa apa yang dilakukan seseorang itu takkan pernah sia-sia. Jikalau yang dilakukannya pun sekadar berdoa, itu pun sesungguhnya manfaat yang cukup besar bagi orang lain. 

Bisa mungkin doa yang kita panjatkan lebih mustajab dari orang tersebut jika memanjatkan doa langsung. Karenanya hal yang teramat baik jika dalam kesempatan apa pun kita selalu mendoakan orang lain. Bukankah setiap doa yang dipanjatkan untuk orang lain sama artinya bagian doa yang dikabulkan untuk diri kita sendiri?

Dengan begitu tak salah jika memperbanyak doa untuk orang lain maka terkabulnya doa untuk orang lain sama terkabulkannya dengan hajat diri kita. Mendoakan orang bukan pekerjaan sia-sia melainkan sesuatu yang baik dan manfaatnya untuk diri kita juga. Tak percaya?  Lakukanlah dan engkau akan mendapatkan keuntungannya karena doa itu balik ke diri kita sendiri juga. ***


*DEFFY RUSPIYANDY adalah penulis lepas dan penulis ide cerita di beberapa TV Swasta. Saat ini ia bermukim di Kota Bandung.

Exit mobile version