Pembelajaran Diniyah di Madrasah Ibtidaiyah

Ilustrasi

Oleh: Rifqi Silfiana

Manusia merupakan makhluk yang bergelut secara intens dengan pendidikan. Pendidikan bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan dilakukan oleh siapa saja. Pendidikan seakan sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap orang.

Peserta didik harus memiliki akhlak mulia sesuai dengan agama yang dianutnya, tetapi pada kenyataannya tidak semua peserta didik memiliki nilai agama yang baik. Bahkan karena kurangnya ilmu agama yang mereka miliki, ada beberapa peserta didik yang berperilaku menyimpang dari ajaran agama.

Perlunya Perhatian Khusus

Persoalan yang muncul dewasa ini adalah terjadinya krisis spiritualitas pada diri anak dan remaja. Kriminalitas yang dilakukan anak-anak seperti perampokan, perjudian, tawuran antar sekolah, pembunuhan, kecanduan narkoba, dan lainnya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan pada diri individu dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Untuk itu, masalah akhlak dan moral memerlukan perhatian khusus sehingga mampu membentengi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Memilih sekolah yang tepat sejak pendidikan dasar menjadi sesuatu yang sangat penting dan membutuhkan banyak pertimbangan, mulai dari kurikulum yang digunakan, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana yang ada, sampai pada kegiatan harian yang dilakukan pada sekolah tersebut.  Madrasah Ibtidaiyah (MI) dapat menjadi salah satu alternatif dalam menentukan lembaga pendididkan yang tepat bagi peserta didik dalam mengajarkan pendidikan agama.

Bentuk Kegiatan

Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga lembaga pendidikan Islam sebagai upaya tahap dasar awal pembentukan karakter religius pada jiwa anak, setelah anak mendapat nilai religius dalam lingkungan keluarganya ketika masih balita kemudian dilanjutkan pada lingkungan sekolah dasar yang dimulai dari anak berusia 6-12 tahun, ini adalah usia awal atau dasar anak yang tepat untuk membentuk jiwa anak yang mempunyai akidah dan pengetahuan dasar agama. Pendidikan agama Islam yang diajarkan di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan untuk mengajarkan, melestarikan ajaran dan nilai-nilai Islam, mengembangkan nilai-nilai etik religius, juga mengembangkan nilai-nilai hidup yang berupa nilai-nilai sosial.

MI Dadapayam 02 sebagai sekolah yang berciri khas Islam, di mana peserta didik memerlukan bimbingan dan arahan melalui penanaman keyakinan atas prinsip-prinsip ajaran Islam. Hal tersebut diperlukan agar peserta didik dapat mengontrol diri dan memberikan tanggung jawab terhadap setiap perbuatan yang dilakukannya. MI Dadapayam 02 mengintegrasikan pendidikan pagi dilanjut melakukan pembelajaran Madrasah Diniyah Awaliyah pada siang harinya.

Program pembelajaran madrasah diniyah di MI Dadapayam 02 ini sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun. Kegiatan ini dilakukan setelah peserta didik selesai shalat dzuhur dan dimulai dengan pembacaan doa “Kalamun Qodimun” dipandu oleh peserta didik yang sedang bertugas. Setelah kegiatan berdoa dilanjut pembelajaran diniyah yang diikuti peserta didik dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Kegiatan berlangsung dari pukul 12.30 sampai 14.00 WIB. Adapun materi yang dikaji meliputi beberapa kitab klasik terutama yang bermadzhab Syafi’iyah. Keseluruhan kitab yang diajarkan di MI Dadapayam 02 adalah Aqidatul Awam, Khulashatun Nurul Yaqin, Amtsilatu At Tashrifiyah, Akhlaq, Syifaul Jinan, Jus ‘Amma dan Bahasa Arab (Ro’sun Sirah).

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah  menghafalkan nadzom. Adapun nadzom yang dihafalkan adalah kitab bahasa Arab (Ra’sun Sirah) wajib untuk kelas 1 dan 2, kitab Syifa’ul Jinan kelas 3 dan 4, Aqidatul Awam dan Akhlak kelas 5 dan 6. Selain pembelajaran kitab tersebut, juga diadakan sorogan hafalan jus ‘amma dengan pembagian tingkatan sesuai kelas masing-masing. Kelas 1 diharapkan dapat menghafal dari surat Al Ikhlas sampai dengan surat Al Qurays, kelas 2 dari surat Al Fiil sampai dengan surat Al Zalzalah, kelas 3 dari surat Al Bayyinah sampai dengan surat Al Dhuha, kelas 4 dari surat Al Lail sampai dengan surat Al Ghosiyah, kelas 5 dari surat Al A’la sampai dengan surat Al Insyiqoq, dan kelas 6 dari surat Al Infithor sampai dengan Surat An Naba’.

Dengan diadakannya program  madrasah diniyah awaliyah ini, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kehidupan sebagai pribadi muslim yang beriman, bertaqwa, serta berakhlakul karimah, juga sebagai bekal peserta didik untuk mengikuti jenjang pendidikan pada madrasah diniyah yang lebih tinggi.  MI Dadapayam 02 ini mempunyai target bahwa lulusan dari madrasah harus melanjutkan pendidikan umum dan juga pendidikan agama sehingga diharapkan peserta didik tinggal di pondok pesantren.

Hal tersebut senada dengan tujuan madrasah diniyah yaitu 1) Memberikan bekal kemampuan dasar kepada peseta didik agar dapat mengembangkan kehidupannya sebagai mslim yang beriman, bertaqwa, beramal sholih dan berakhlakul karimah. 2) Membina peserta didik memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah, sifat, sikap dan perilaku terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya. 3) Mempersiapkan peserta didik untuk dapat mengikuti pendidikan agama Islam pada jenjang berikutnya (Kementrian Agama RI, 2013: 9-10).

Dampak Positif

Dampak pengembangan kecerdasan spiritual melalui pembelajaran madrasah diniyah awaliyah adalah rasa keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, semakin meningkat.  Peserta didik terbiasa  berdoa sebelum dan sesudah belajar, membaca Al Qur’an, shalat, berdzikir, shalawat, membaca nadzoman, dan membaca asmaul husna. Peserta didik juga menunjukkan sikap disiplin, jujur, sopan, bertanggung jawab, empati, dan rendah hati. Mereka juga memiliki sikap saling tolong menolong,  dan memiliki karakter luhur.

-Penulis adalah Mahasiswi Pascasarjana IAIN Salatiga.

Exit mobile version