Fri. Aug 23rd, 2019

LPM PWNU Jateng

Lembaga Pendidikan Ma'arif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah

Membudayakan Penelitian Siswa

2 min read

Oleh : Hery Nugroho, MSi, M.S.I

hery nugrohoPENELITIAN siswa di Indonesia masih rendah. Hal ini dapat dilihat saat digelar kompetisi penelitian siswa. Penyebabnya dapat dikategorikan menjadi dua faktor, yakni internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan oleh diri siswa yang menganggap bahwa penelitian itu berat atau susah. Adapun faktor eksternal dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa hal. Pertama, belum semua pembelajaran di kelas mendorong siswa mau meneliti. Banyak guru dalam pembelajaran di kelas hanya menyampaikan materi yang ada di dalam buku teks atau LKS.

Kedua, guru yang melakukan penelitian masih terbatas. Secara tidak langsung, siswa melihat, ternyata tidak semua guru bisa melaksanakan penelitian. Ketiga, perhatian pemerintah. Selama ini perhatian pemerintah masih terbatas dalam menggelar kompetisi penelitian siswa. Belum ada tindak lanjut penggunaannya untuk dimanfaatkan masyarakat umum.

Penelitian itu Mudah

Melihat kenyataan tersebut, menurut penulis, perlu ada langkah strategis untuk membudayakan penelitian bagi siswa. Langkah strategis tersebut bisa dilakukan dengan dua pendekatan, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Lewat pendekatan internal dapat diyakinkan bahwa penelitian bagi siswa adalah mudah. Bayangan bahwa penelitian itu susah dan berat perlu dibuang jauh-jauh. Di dunia ini tidak ada yang sulit. Jika ada kemauan dan usaha keras, penelitian pasti bisa dilaksanakan.

Lewat pendekatan eksternal ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, guru dalam pembelajaran di kelas perlu mendorong agar siswa melaksanakan penelitian. Caranya dengan membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dalam pembelajaran di kelas, guru tidak hanya mengajarkan what tentang materi tetapi juga how (bagaimana) dan why (mengapa).

Kedua, guru memberi teladan dengan membiasakan penelitian di kelas. Di kelas, gerak gerik guru diamati oleh siswa, termasuk dalam penelitian. Karenanya, dengan guru melakukan penelitian, secara tidak langsung mendorong siswa juga dapat melaksanakan penelitian.
Ketiga, pemerintah tidak hanya menyelenggarakan kompetisi penelitian, tetapi juga memanfaatkan hasil penelitian dengan menggandeng dunia industri, sehingga hasilnya dapat dirasakan masyarakat umum. Dari langkah strategis tersebut, maka budaya penelitian oleh siswa akan meningkat. (24)

(dimuat di Suara Merdeka, 27-7-2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.